Selasa, 25 Desember 2007

musik senang.......

kalau kita denger musik atau menikmati barang seni atau melihat acting seni apa yang kite rasain,.... kayak nya nikmat bener...... banyak perasaan yang terasa didalamnya....diantaranya seneng karena sesuatu perasaan yang mengena hati nurani yang sulit dijelaskan sedang dihibur gitu, kesenian itu terasa berpihak kepada kita , meskipun didalam kesenian itu menggambarkan kesadisan yang kadang diluar perkiraan .....atau penggambaran yang lain yaitu misalnya kejanggalan..., anehnya kok ya kena aje gitu ,.... ajaib ya seni itu ....warungmaseni minta tanggapan tentang keajaiban seni ini yang sangat misterius dan enjoyajeee gitu weleh...weleh ...weleh....
minum kopinya ahhh....

18 komentar:

Anonim mengatakan...

hji.................

Anonim mengatakan...

ERA SWING SEBAGAI "THE GOLDEN AGE OF JAZZ"


Dengan terjadinya depresi perekonomian dunia pada sekitar permulaan decade 1930 yang membuat keadaan perekonomian Amerika Serikat semakin berat, sebagai salah satu dampaknya adalah banyak lapangan pekerjaan menghilang sehingga menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini juga dirasakan dalam sejarah perkembangan musik jazz, termasuk industri rekamannya. Banyak musisi jazz juga seolah-olah terpisah dan menghilang begitu saja. Demikian juga dengan para pendengar setianya, mereka lebih banyak tinggal dirumah masing-masing sambil mendengarkan radio atau televisi daripada pergi menonton pertunjukan musik jazz di klab atau gedung pertunjukan lainnya

Anonim mengatakan...

Bagian I
Iseng-iseng kita buat wacana budaya supaya kita sadar gak keblinger dengan apa yang kita nikamati.Kita berusaha untuk menikmati seluas luasnya produk budaya dari mulai barang dagangan sampai ilmu pengetahuan yang gratis, semua itu adalah hasil rekayasa manusia spesifiknya adalah karsa dan rasa kata Mbah Kuntjaraningrat. Kenapa ? Kok kita mulai dari yang jauh jauh dulu untuk bisa menikmati produk budaya ...... Nah ini dia persoalannya.... Ternyata produk budaya itu lebih enak dinikmati kalau kita bisa memahami lebih dalam latar belakang dari apa yang dinikmati, ini juga bukan untuk kepentingan para kreator tetapi para apresiator juga perlu gitu.....Dari situ kita bisa memahami urat dari cabang pohon produk budaya itu sehingga penjiwaan atau penghayatan jadi lebih intens, atau kata lain ikut ber empaty,.....tanpa harus mengalami, wah wah wah inilah dia sebetulnya tujuan dari apresiasi, merasakan tanpa mengalami .......enak kan.........., lha kalau kita harus mengalami biayanya berapa yaa...dan harus ditebus dengan waktu berapa lama......

Untuk menjadi seorang Beethoven tentu memakan waktu lama dan ongkos yang mahal, oleh karena itu cukuplah kita nikmati aja produknya, dan sudah cukup kita bisa merasakan apa yang dirasakan si komponis besar itu. Wah wah mewah yah produk budaya itu.....karena itu produk budaya sebetulnya adalah barang mahal.

Jika kita lahir mak cenger pada tahun 1985 misalnya, dan peradaban dunia sudah mulai dari sejarahnya ribuan tahun yang lalu. Sungguh beruntung kita kalau mau belajar ilmu pengetahuan orang terdahulu meninggalkan warisan berupa peradaban ilmu pengetahuan, yang memperluas cara- cara me RASA dari berbagai era..., itulah yang kita rasakan. Tentu kita tidak aktual menikmati lukisan atau musik pada jaman Firaun, dibandingkan kalau kita menikmati HIP HOP misalanya.....dan menikmati mobil HUMMER. Ha ha ha.....memang tidak konteks lhayau......
Tetapi... begitulah ilustrasi pengandaian untuk bisa mengapresiasi segala bentuk produk budaya itu.

Si anak generasi 80 an itu tidak harus mulai hidup dengan budaya primitive dan berkembang mengejar ketertinggalannya sampai budaya terkini. Cukup langsung aja ikut mix di kehidupan kini, dengan berbagai macam kemudahannya dalam menuntut ilmu dan kemampuan diri gituu..kan udah ada warisan....yah warisan peradaban... he he he.....(lebih berharga dari harta lho...).

WASIS mengatakan...

Demokrasi...........yah arti kata yah sudah tidak perlu di jelaskan lagi.......seperti kata bang mudhori bahwa indonesia terdiri dari berbagai ragam etnis dan budaya,....yang sering si simpangkan dari arti menurut pandangan barat... ini adalah pokok masalahnya, mengarahkan suatu pemahaman konsep demokrasi yang imitatif berdasarkan makna pandangan barat inilah yang menjadi perdebatan umum di antara para kontributor bangsa yang sedang berkuasa atau punya pengaruh. Secara nasion kita sampai sekarang belum bisa menemukan bentuk praktek dari cara bernegara yang matang siap untuk menuju pembentukan karakter bangsa.
Kesepakatan pada tingkat UUD aja masih rawan dari tarik menarik yang interestnya bukan kepentingan bangsa lho....melainkan kepentingan ideology luar(melacurkan pemikiran)....yang belum tentu pas kalau di pakai oleh bangsa sendiri.....UUD45 ditarik kekancah persepsi extreem dari demokrasi atau sosialis.....nah....akhir nya kita punya pengalaman buruk yaitu bahwa bangsa ini pernah di penjara proses pembentukan karakternya oleh regim diktator selama 32 th, tentu bisa di bayangkan akibatnya selama itu....kita tidak kunjung merdeka dalam berupaya, tidak terlalu sulit untuk di mengerti pada masa itu jika ada golongan lemah menginduk golongan kuat, atau golongan kotor minta perlindungan ke si kuat, tradisi inilah yang mengakar sampai sekarang, padahal dulu bangsa kita tidak seperti ini.....dalam arti negatif, premordial itu adalah hal yang asli dalam bangsa kita.. tapi tidak untuk melindungi hal yang buruk, penuh dengan kebijaksanaan dan ke arifan...., dalam kasus khusus yang pernah berkuasa selama itu adalah tokoh yang tidak punya wawasan nasion kedepan, sehingga konsep model kemakmurannya yang mikirin orang luar dengan standar kemakmuran luar, itupun kalau tulus, yang jadi persoalan mana ada bangsa di dunia ini mau berbagi kemakmuran dengan tulus, inilah awal dari bencana nasional yang di alami bangsa sampai hari ini. kata sederhana nya "masa...beli mobil bisa bikin mobil tidak bisa" . ada suatu kejanggalan yang mudah di lihat tapi susah di nalar pakai kaca mata orang lain "karena brain washing" yaitu kemiskinan dan pengangguran kok tambah banyak.....iklim usaha sesak napas....akibatnya moral rusak karena kesempatan kerja dan usaha rebutan, orang mau melakukan apa saja demi kekayaan, ada jaminan bahwa orang kaya mendapatkan keistimewaan, kehormatan, dan ketentraman....kemudian apa definisi kaya pada jaman Indonesia sekarang ? kalau mau jujur kaya adalah kejahatan..kenapa begitu ? yah susah menjadi kaya dengan jujur di negeri kita, aturan main, etika bisnis sudah hancur.....sekolah tinggi-tinggi kalah dengan anak kemaren yang bernama Gayus bisa mengumpulkan uang milliaran di banding orang yang setia dengan profesi tapi tidak kunjung sejahtera dan di hantui resiko kebutuhan dasar sewaktu waktu bisa hilang. Di rumah sakit mati pasrah tidak mampu biaya adalah biasa dalam keseharian, Usaha yang di rintis panjang dengan generasi ke generasi bisa bangkrut dalam waktu semalam karena masalah penegakan hukum yang memihak.
Jika di renungkan dengan dalam menjadi rakyat Indonesia yang bercita cita tinggi dan luhur hampir pupus tidak punya harapan, aturan main yang bersandar pada karakter building tidak kunjung terlihat. yang ada hukum rimba, intrigue yang kelewatan mengakali birokrasi, apakah ada resep yang ampuh.......................apakah..apakah....dst !!!
yah pada akhirnya meyakini diri sendiri....jadi lebih penting, negara Indonesia sudah hilang.....yang ada Indonesia ada di dalam diri individu yang sadar....untung saja teman teman sebangsa masih ada yang doyan sayur asem maka saya bisa jualan sayur asem di kampung...jalan raya...rumah sakit...mobil...telpon...sudah bukan indonesia lagi bahkan tempepun bukan Indonesia....saya masih bersyukur masih ada yang doyan sayur asem, Alhamdullilah................................

WASIS mengatakan...

pada hari ini saya akan deklarasikan hukum ekonomi baru kontra dari hukum ekonomi lama.....................hukum ekonomi yang lama adalah "suply dan demand" sedangkan hukum ekonomi baru adalah "recource dan utility".........................suply demand telah banyak memakan korban oleh karena itu hukum ekonomi ini lebih mirip kepada dalil killer daripada mensejahterakan umat di dunia......................suply demand menyebabkan distorsi penguasaan, kecurangan, exploitasi dan keserakahan dengan di deklarasikan hukum ekonomi baru maka di harapkan terlepas ketergantungan yang menyebabkan pasar menjadi balance..................he he he he he he sekian dan terima kasih atas penganutnya.........dalil ini tak perlu patent dan lesensi tetapi gratis dan open source.........he he he he he selamat menikmati......

WASIS mengatakan...

hamparan luas ...padang rumput hijau...gerombolan sapi beribu jumlahnya menyantap rumput berlimpah....beberapa cowboy tampak menggiring sapi ke tempat rumput yang masih tersisa.......sajian pandangan di iringi oleh symphony khas western.....tontonan panorama yang mengharukan bagi pendatang imigran eropah...bahwa mereka berjuang untuk survive di benua yang baru ...penuh tantangan ....tetapi kemudian betapa surplusnya mereka ....tak tertandingi akibat gap budaya yang lebih unggul...penduduk asli tersingkir tanpa ampun......kampak lawan winchester.....paguyuban lawan tentara.....tragis jadinya....meskipun begitu mereka menganggap sebuah perjuangan peradaban.....melawan dunia tak beradab.......imigran tak juga berdamai...akhirnya lenyap sudah bangsa pernah besar........dengan peradaban steril yang baru kontak dengan peradaban lain yaitu eropah....................................musik asli memang tak semerdu musik eropah.....senjata asli memang tak sehebat senjata eropah.............jadilah eropah baru dengan merampok benua lain...........................................itukah beradab ?

WASIS mengatakan...

rakitan itu apa definisinya.......................................sampai di mana di katakan merakit itu..............................yang namanya merakit itu juga di lakukan oleh para fabrikan dalam mempercepat proses produksi.....sub komponennya juga buatan pabrik lain......outsourcing......jadi apa yang salah dari esmka.........................dalam manajemen produksi juga di anut "just in time"..................untuk mengejar kompetisi harga dan kecepatan......(efisiensi) yang menjadi persoalan adalah membeli lisensi......cara ini malah di sepakati oleh dunia WTO dalam perdagangan teknologi, jadi........tidak ada satu pabrik pun di dunia ini yang membuat semua komponennya sendiri....tidak efisien.......merancang bisa menggunakan dasar spek dan standar teknis dari para pembuat sub komponen........jika sangyong korea memakai mesin 300 e dari mercedes........emangnya aneh !!!!...........................jika Tata di gunakan oleh india untuk memproduksi mobil truk dengan mesin mercy biasa saja kan........atau bajaj membeli lisensi piaggio ....biasa juga kan............................china telah menawarkan berbagai komponen yang sangat kompetitive ........bukankah ini peluang dan efisiensi........rancang bangun bisa apa saja ....dan inilah yang terpenting harus di lakukan...karena yang akan bertempur di area market adalah perakit finalnya .......dan dia yang menentukan pakai sub komponen yang terbaik dari produknya........jadi.......kenapa menjadi norak berdebat yang gak karuan...................teruskan aja.......bangga atau tidak bangga bukan karena tidak bisa tetapi karena memang di jegal untuk tidak bisa buat mobil.....dan itu..kaitannya dengan lahan market bukan teknologi...................... coba lihat peraturan menteri dalam negeri dan industri....dan perdagangan........apakah mudah bagi pengusaha menengah kecil untuk membuat mobil atau kendaraan sendiri........ATPM memang menjegal dari peraturan pemerintah............coba lihat amati benar benar seteliti teliotinya nanti juga mengerti kenapa kita tidak bisa bikin mobil...tapi beli mobil aja...........di lihat dari pangsa pasarnya mustahil kalau indonesia tidak bisa bikin mobil....artinya jumlah pembeli feasible untuk bisa membuat sendiri....masalahnya ?........................fulus...........siapa yang rela melepaskan pembagian pasar ke pabrik lain he h e he he he he he..............................
Mobil Esemka: Membuat atau Merakit?
Menulis tentang Esemka lagi. Menurut saya masih banyak pelajaran dari mobil Esemka yang sedang heboh saat ini, yang mungkin perlu diluruskan kembali, agar nanti tidak terjadi kebohongan publik dan pembodohan
TEKNOLOGI.KOMPASIANA.COM

WASIS mengatakan...

Aku adalah tengkulak
Kerjaku membeli hasil tani
Menjadi pelanggan pak gimin, pak hudori, pak pak yang lain sebagai petani wortel..kangkung..kentang …sawi dan sebagainya….apakah aku merugikan mereka?...profesiku berkesan jelek tetapi tanyakan pada pak pak …yang tadi apakah aku sejelek seperti sangka kalian semua………….aku tidak menekan harga..karena sekarang tidak ada yang bias bebohong dengan harga sekarang jamannya HP informasi pasar begitu mudah sampai ke telinga pak pak tani tersebut….
Pagi dini hari aku sudah di kebun….memborong sayur punya pak gimin….satu pik up penuh siap berangkat menuju pasar selisih harga sangat tipis…dengan kelebihan sedikit aku sudah berani memborong sayur pak gimin…….
Pintu desa pertama……plang portal jalan sudah memakan biaya…..
Pintu desa kedua plang portal jalan mulai menggila…..
Masuk jalan raya mitra penjaga sudah berada di pinggir jalan dengan dengan kerlap kerlip lampu di atas mobil ford warna putih…siap menghadang..
Matahari terasa ringan di timur….sinarnya mulai menyembul di ufuk…
Aku berpacu dengan harga…..tapi terpaksa biaya lagi untuk sedan Ford putih…..
Pik up di pacu dengan kencang …berlomba dengan matahari menuju pasar….
Sialnya bukan main rupanya aku tidak sendirian ..beberapa truk dan pik up ternyata membawa hasil tani yang sama….harga jatuh…. modal habis…..sisa uang hanya untuk bayar pik up, kopi dan rokok….
Sebagai mana biasanya untung masih ada warung pok minah..yang dengan setia masih bisa melayani pinjaman untuk makan pagi……..
Pulang denga loyo…tanpa gairah….mana sisa pembayaran pak tani masih harus di bayar……
Benar benar sial aku hari ini…..sebagai mana hari hari yang lain…..begitu sulitkah hidup ini..!!!!
Usaha tiada pilihan…hanya ini yang bisa ku lakukan………….

WASIS mengatakan...

hutang memang lebih kelihatan cash.....uangnya..jika dagang tidak terlihat cahsnya di tangan penguasa.....oleh karena itu hutang adalah pilihan penguasa dalam menguasai cahs moneynya....padahal penguasa tau kalau dagang dari hasil SDA itu meringankan beban rakyat dan merangsang ekonomi rakyat tapi gak menguntungkan buat mereka....ini adalah bahasa sederhana untuk bisa menjelaskan bagaimana pilihan hutang itu yang di ambil...Niat berhutang itu sudah menjadi agenda negara donor dalam rangka mengikat regulasi supaya tidak merugikan penguasaan pasar mereka di lokal....SBY tau itu...dan dia kan melanjutukan kebijakan orde baru dalam memelihara hubungan...(Agenlah gitu)....jika mau melihat lebih luas lagi tak hanya SBY tapi semua partai yang oportunis juga tau..koalisikan untuk supaya kebagian bagi hasil dari pesta hutang itu....contohnya golkar tak berani dia jadi oposisi demikian juga dengan partai PKS..dan yg lainnya..Ada yg menarik dari memelihara hubungan dan masalah demokratisasi...yaitu kebiasaan studi banding.., pujian negara donor dalam memberi hutang adalah LIBERALISASI dan DEMOKRASI kita yang dijadikan jaminan hutang......begitulah kira2...he he h

WASIS mengatakan...

Ada sekolah yang benar benar ideal dan sangat bagus kridibilitas demokrasinya, yang paling utama sekolah ini bebas uang bayaran, lho kan ini sudah sangat sesuai dengan amanah UUD 45 tho…yang menyelenggarakan adalah semua orang dari seluruh dunia lha…sekali lagi menunjukan azas gotong royong…..Sekolah ini sifatnya sangat terbuka…di kita aja baru ada universitas terbuka…tapi jurusannya sangat sedikit dan modulny kuuunoo…
Ngomong ngomong soal modul lebih canggih dari modul modul sekolah yang pernah ada , lha sekolah dikita itu modul aja jadi proyek….jadi ya nggak maju maju….gak ada proyek gak ada modul lha bagaimana?
Sekolah ini bebas uang pangkal….uang bulanan….uang ijazah….dan uang transport……dan yang paling penting tidak perlu jajan……, dosen???????? Gak ada…kenapa harus ada, yang belajar kita kok…Dosen itu kan memaksakan kehendak pemahaman kepada kita….yaaaaah gak perlu, dan memang tidak ada sih…Dan kalau mau di evaluasi seperti apa yang di lakukan terhadap siswanya dosen itu…..yah menyulitkan siswa saja…karena bisa seenaknya menghakimi siswa….memangnya siapa dia …., naaah tentang penyelenggara pendidikan yah tidak ada…..kalau sekolah biasakan penyelenggara selalu mencari margin dari donasi pendidikan….ya booohong itu namanya…..UN Dedicated namanya…..katanya mangabdi pada pendidikan tapi minta bayaran…..bagaimana itu….!!
Nah.. kembali pada persoalan sekolah……
Sekolah ini memberi keleluasaan pada siswanya tidak kenal lulus atau tidak lulus…prestasi di dasarkan kepada kepentingan siswa….jadi tidak akan terjadi rangking dalam penilaian…soalnya tidak di nilai…….memang. Sesuai benar dengan LONG LIFE EDUCATION , waaaah ini hebat karena sekolah di situ tidak di tanya umur sebagai persyaratan, Cuma cukup SIGN IN saja sudah jadi siswanya atau sekaligus pembuat modulnya….., Pokoknya sekolah ini adalah sekolah yang sangat amanah dengan UUD kita…..
Sekolah ini tidak janji moral….moral adalah urusan individu masing masing….waaah hebatkan…jadi sekolah ini lebih tau tentang ilmu etika dari pada sekolah resmi yang di selenggaran swasta maupun pemerintah. (lha wong moral kok urusan sekolah….ya urusan rumah tangga keluwargo). Jurusan yang di selenggarakan sangat luas, dari ekonomi, politik, filsafat, agama macem2 tinggal pilih, sejarah, anthropology, kedokteran, tehnik, science, dan yang lain lain sampai ilmu kebathinan ada juga, jadi yaaah luas sekali…..hebat deh pokoknya.
Cara kuliah nya system kredit tidak pakai semester.. sarana perpustakaan langsung tersedia, kuliah gak perlu pakai sepatu, tidak di ganggu teman dan nyaman dan prasmanan…..mau jadi ahli tehnik bisaaa….mau jadi penjinak sekali gus pembuat bom bisaaaa…mau jadi artis bisssaaa…mata pelajaran strategy bisnis, intelligent, politik..bissaa…., mau jadi alim ulama atau penjahat kelas teri sampai kelas kakap bissaa juga…… pokoknya lengkap..dehhh….sangat CUSTOMIZING….!!.
Saya tidak promosi situs , karena situs jaringan informasi ini milik dunia…….dan untuk dunia …orang Indonesia sudah lama rindu gotong royong….dan sudah gak ada lembaga dan partisipasi gotong royong yang seperti situs informasi jaringan ini… makanya yah ndak ada salahnya kalau tiba tiba kok ada yang seperti ini …padahal cara ini adalah milik kita dulunya tapi kenapa orang luar yang menyelenggaraken…he he he….orang Indonesia sudah lupa yah???…..lupa 4 generasi siiih yah benar benar lupa namanya.
Saya Cuma mau tunjukkan belajarlah di universitas YOU TUBE……………………………………………!!!!

WASIS mengatakan...

Seorang jendral Militer mengundang para wartawan guna memberi arahan apa yang boleh diberitakan dan apa yang tidak boleh diberitakan.
"Berita Suksesi tidak boleh ditulis, Presiden tidak suka. Pemogokan buruh, jangan ditulis, nanti terjadi konflik. Berita korupsi tidak boleh dipolitisir, wibawa pemerintah rusak. Monopoli tidak boleh menyebut keluarga Presiden, itu tidak etis. Politik tidak boleh memihak rakyat, nanti resah. Kenaikan harga tidak boleh dijadikan berita utama, rakyat nanti marah. Berita ini tidak boleh.... Berita ini tidak boleh....dst."
Seorang wartawan muda yang tidak sabar lalu menyela, "kalau begitu Jendral, apa yang boleh kami beritakan?"
Si Jendral menjawab dengan tenang, " kalian beritakan yang barusan saya ucapkan!"

WASIS mengatakan...

Gara-gara kerap jatuh, pesawat CN-235 buatan IPTN tak laku dijual. Untuk mengatasi hal ini kepala bagian pemasaran IPTN mengusulkan kepada pimpinannya, Habibie sebuah strategi baru. Selain mengubah mesinnya menjadi serba otomatis, Habibie diminta agar merekam suaranya untuk kemudian disiarkan di setiap pesawat buatan IPTN, CN-250.
"Agar penumpang merasa dihormati dan diperhatikan oleh Pak Menteri," ujar staf pemasaran. Habibie pun setuju.
Alhasil, dalam seluruh penerbangan pesawat N250 terdengar suara Habibie melalui interkom, "Para penumpang yang saya hormati selamat datang di pesawat terbang buatan anak negeri sendiri. Pesawat ini sepenuhnya otomatis. Mesin yang digunakan pesawat ini merupakan mesin pertama di dunia dan dibuat oleh para insinyur aeronautika IPTN."
Penumpang bertepuk tangan dan pada tersenyum. Mereka gembira dan merasa dihormati dengan menumpang CN-250.
Tetapi senyum penumpang tak berlangsung lama. Selang kemudian terdengar lagi suara, "Kita akan terbang pada ketinggian 10 ribu meter di atas permukaan laut. Penerbangan bebas rokok ini akan mempunyai kecepatan 5 ribu kilometer per jam. Pesawat ini tidak mempunyai pilot dan tidak ada pramugari. Seluruhnya dikontrol secara elektronis, fly by wire. Semua instrumen bekerja normal ... bekerja normal ... bekerja normal ... bekerja normal

WASIS mengatakan...

cara meraup untung besar dalam dunia stock market....
pada suatu ketika ada "PT. E-GEDE ANUNYA Tbk" sudah mulai membaik debutnya dalam dunia usaha. sang owner mulai memikirkan expansi usaha dengan men Tbk kan perusahaannya yg sudah mulai mapan ini, langkah awal yang di kerjakan adalah membuat listing dan mulai berencana untuk menjual 45 persen sahamnya di pasar modal......eeeit !!!! tunggu dulu....! dia juga merencanakan bikin pembeli siluman untuk memborong sahamnya sendiri (kalau ketahuan dilarang)... tetapi kan kpk tidak merambah ke pasar modal......itupun kalau bareskrim tau...yah ini semua gak tau ..namanya juga siluman....mulailah lonching perdana dengan penjualan perdana di pasar primer Rp 1000 per lembar.....munculah reaksi pembeli dengan terheran heran saham apa ini......???..perusahaan apa ini..??.....dan pertanyaan lainya yang saya juga gak ngerti atmosfir pemain saham.....setelah gak berapa lama pembeli siluman mulai memborong 10 persen dari jumlah saham yang di louching.....mulailah pasar saham tergoncang dan geger...!!....wah saham ini laku ya... apa akan naik terus......dan memang akibat pancingan tersebut saham menjadi laku keras....bisa di terka harga melambung tinggi.....sebagai mana taktik siluman sudah mengambil 20 persen duluan pas pasar perdana dan 10 persen penjualan yang kedua.....hitung2 tinggal 15 persen yang di perebutkan di pasar saham dan harganya sudah melambung jadi 1 000 000 x lipat Rp 3000......tibalah saatnya gebrakan jackpot dengan melepas saham yang di pegangnya 20 persen.....meledaklah..!!!! keuntungan siluman dengan maraih untung berjuta kali lipat dari 20 persen saham......lumayan.....untuk beli lambourghini dan bikin perusahaan baru tanpa harus susah susah kredit bank yang terasa mencekik dan yang terkecoh para pemain gurem dan spekulan tanggung..........he he he he he good bye......!!!!!....sambil kipas kipas menikmati uang kaget...........................................

WASIS mengatakan...

Ruang pemikiran peradaban
Perbandingan karakter dalam membangun peradaban, yaitu budaya DAGANG dan budaya REKAYASA. Dua karakter ini sungguh saling membunuh satu sama lain jika tidak ada solusi synegy yang kuat dalam leadership ideology , synergy yang ideal dalam berstrategy persaingan global adalah jika keduanya di kelola dengan sangat ketat dan baik baru bisa menjadi bangsa yang kuat dan beruntung .
Saya akan tunjukan tesis mengenai dua perbandingan karakter tadi jika tidak di kelola dengan baik, kecenderungannya adalah:
Budaya Dagang :
Lebih cenderung mendapatkan uang cepat
berorientasi pada perputaran barang dan jasa
tidak untuk berinvestasi jangka panjang
tidak punya kesetiaan terhadap grup atau tidak mengenal grup
jaringan tidak mengikat pragmatis tidak punya visi
Budaya Industri:
Lebih cenderung mendapatkan uang lambat
berorientasi pada kekuatan dan pemberdayaan
berinvestasi jangka panjang
harus tetap loyal kepada jaringan atau membentuk jaringan
visi dan misi terarah
ber inovasi berorientasi kepada pemecahan masalah dan teknologi
......maka bisa di prediksi kecenderungan dua karakter ini.jika di kaitkan kepada pasal 33 uud.:
Budaya dagang :
Menjual aset atau deposit tanpa mengolah
mementingkan konsesi SDA untuk kepentingan perseorangan
menghadirkan investor asing untuk mengolah dengan mengharapkan komisi
Mafia SDA menjual aset negara seperti miliknya sendiri..krn di lindungi oleh penyimpangan pasal 33 uud .
Meratifikasi WTO tanpa memperhitungkan kemampuan keberdayaan.
Menggelapkan regulasi supaya bisa menjual dengan lancar....
terjadi distribusi kesejahteraan yang tidak adil
Budaya industri :
Industri membutuhkan kondisioning yang sangat kuat kondusif...karena industri sangat rentan terhadap gangguan penyimpangan...oleh karena itu sulit bagi industri berkembang tanpa perlindungan dan apresiasi pemegang kekuasaan. Dengan kemauan yg seriuslah industri bisa berkembang dengan baik dan menghasilakan distribusi kesejahteraan yang lebih adil....

WASIS mengatakan...

Ruang pemikiran peradaban
Perbandingan karakter dalam membangun peradaban, yaitu budaya DAGANG dan budaya REKAYASA. Dua karakter ini sungguh saling membunuh satu sama lain jika tidak ada solusi synegy yang kuat dalam leadership ideology , synergy yang ideal dalam berstrategy persaingan global adalah jika keduanya di kelola dengan sangat ketat dan baik baru bisa menjadi bangsa yang kuat dan beruntung .
Saya akan tunjukan tesis mengenai dua perbandingan karakter tadi jika tidak di kelola dengan baik, kecenderungannya adalah:
Budaya Dagang :
Lebih cenderung mendapatkan uang cepat
berorientasi pada perputaran barang dan jasa
tidak untuk berinvestasi jangka panjang
tidak punya kesetiaan terhadap grup atau tidak mengenal grup
jaringan tidak mengikat pragmatis tidak punya visi
Budaya Industri:
Lebih cenderung mendapatkan uang lambat
berorientasi pada kekuatan dan pemberdayaan
berinvestasi jangka panjang
harus tetap loyal kepada jaringan atau membentuk jaringan
visi dan misi terarah
ber inovasi berorientasi kepada pemecahan masalah dan teknologi
......maka bisa di prediksi kecenderungan dua karakter ini.jika di kaitkan kepada pasal 33 uud.:
Budaya dagang :
Menjual aset atau deposit tanpa mengolah
mementingkan konsesi SDA untuk kepentingan perseorangan
menghadirkan investor asing untuk mengolah dengan mengharapkan komisi
Mafia SDA menjual aset negara seperti miliknya sendiri..krn di lindungi oleh penyimpangan pasal 33 uud .
Meratifikasi WTO tanpa memperhitungkan kemampuan keberdayaan.
Menggelapkan regulasi supaya bisa menjual dengan lancar....
terjadi distribusi kesejahteraan yang tidak adil
Budaya industri :
Industri membutuhkan kondisioning yang sangat kuat kondusif...karena industri sangat rentan terhadap gangguan penyimpangan...oleh karena itu sulit bagi industri berkembang tanpa perlindungan dan apresiasi pemegang kekuasaan. Dengan kemauan yg seriuslah industri bisa berkembang dengan baik dan menghasilakan distribusi kesejahteraan yang lebih adil....

WASIS mengatakan...

Saya hanya bertanya tentang kedaulatan.....?
NKRI ada pasal 33 uud ....jika pasal 33 ini masih berfungsi sebagai kemaslahatan rakyat seluas luasnya saya sangat setuju..tetapi jika digunakan untuk kepentingan asing / PMA maka pasal ini menjadi pasal "penjajahan.."
TNI membela negara dan menjaga keutuhan RI....tugas teritorial...tugas keamanan...tugas bela negara......, tetapi apa sih yang di sebut sebagai negara, ya menurut penahaman TNI hanya teritorial dan ketertiban dan keamanan.....dan ancaman lain yang berkaitan dengan kedaulatan budaya bagaimana..? saya hanya membayangkan pada suatu ketika TNI sangat exis tetapi sebetulnya rakyatnya sudah kocar kacir kehilangan perlindungan keindonesiaan dalam era afta nanti....masih adakah indonesia....?....yang tinggal nanti hanya TNI, yang gak tau membela siapa...?
Lembaga DPR tempat membuat uu...yang dapat berakibat langsung kepada hajat hidup rakyat.....jika produk uu di buat berdasarkan kepentingan pribadi dan sangat pragmatis maka produk uu tersebut sebetulnya membunuh rakyat pelan pelan.....
sekian dulu renungan pertanyaan untuk hari ini......

WASIS mengatakan...

dasar konsep kreasi steampunk sangat luas...bisa di lihat di upluad status sy yg duluan.....pada akhirnya tidak mengikat hanya bergaya victoria saja tapi sampai pada sci fics setelah perang dunia 1 dan ke 2......kadang kadang masuk juga di era retro......nah jika kita memilih basis pengembangan imajinasi teknologi fiksi meneruskan budaya hindu candi misalnya......lahan ini bisa di garap dengan sangat luas dalam explorasi kreasi.........( menghayalkan sebuah kemajuan teknologi peradaban mesin di abad majapahit misalnya...atau demak....atau kerajaan melayu dengan pengaruh mesin portugis atau spanyol misalnya..........bukankah masih sangat luas explorasinya....)........silahkan mencoba untuk simulasi explorasi............betapa indah dan luasnya alam raya ini......dan imajinasi adalah harta yang tak terbatas ......dan merdeka.............selamat mencoba......!!!

WASIS mengatakan...

(Google translate says :)
learn first !!! history, from the essence of theology, the two religions. different these two is a problem trinity and one god ... that's the difference principle. on jihad was only in use for self-defense, and self-control on the intention of doing worship. radicalism arises because of political problems is not a matter of theology, if questioned crusade then both political authority and I think the political struggle experienced by various groups and not because theology ..... evident from the pope II himself who ordered and recruit knights tampler not all adherence to Christian theology ...... well i guess look up with a fair share of the siologi the history and why there is a conflict as now ...... eastern people do not view western colonialism and oppression of whites against colored with prolonged revenge , whereas atrocities spread of Christianity into eastern hemisphere Dinia along with colonize territories casualties of extraordinary cruelty of the colonial treatment in the name of religion and economics .... try to calculate how much profit you from exploiting the nation's east on appeal armenia ... even you have undermine our culture so that our young people are made to forget by himself